Tanah Pecatu 25,6 Hektare Dipertahankan || Kejari Loteng Perkuat Pengamanan Aset Desa

- Jurnalis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif !!!

CAHAYA INDONESIA— Kejaksaan Negeri Lombok Tengah menegaskan pengamanan aset daerah dan aset desa akan menjadi salah satu prioritas dalam upaya pencegahan maupun penindakan hukum. Pemerintah daerah, pemerintah desa, serta seluruh pihak yang menguasai dan mengelola aset diingatkan untuk menjaga aset agar tidak hilang, berpindah tangan, disalahgunakan, maupun dikuasai oleh pihak yang tidak berhak.

 

Komitmen tersebut disampaikan setelah Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejari Lombok Tengah berhasil mempertahankan aset tanah pecatu seluas kurang lebih 25,6 hektare yang tersebar di Desa Barejulat, Puyung, Nyerot, dan Gemel. Aset tersebut memiliki nilai sekitar Rp21,87 miliar.

 

Dalam perkara perdata Nomor 101/Pdt.G/2025/PN Pya, Pengadilan Negeri Praya pada 20 Agustus 2026 menyatakan gugatan para penggugat tidak dapat diterima atau Niet Ontvankelijke Verklaard (NO).

 

Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Lombok Tengah, R. Imam Pribadi, mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan pentingnya peran Jaksa Pengacara Negara dalam memberikan bantuan hukum untuk mempertahankan aset pemerintah maupun desa.

 

“Kami hadir sebagai Jaksa Pengacara Negara untuk memberikan bantuan hukum dalam mempertahankan aset. Ketika ada aset pemerintah atau desa yang menghadapi persoalan hukum, kami siap memberikan bantuan dan langkah hukum sesuai kewenangan,” ujar Imam.

 

Aset Jadi Prioritas Pencegahan dan Penindakan Kepala Seksi Intelijen Kejari Lombok Tengah, Alfa Dera, mengatakan pengamanan aset tidak berhenti pada perkara yang telah diputus pengadilan. Kejari Lombok Tengah akan memperluas pemetaan dan pengamanan terhadap aset-aset lainnya di wilayah Lombok Tengah.

 

“Aset akan menjadi salah satu prioritas kita. Pemerintah dan seluruh pihak harus bersama-sama menjaga aset. Kejaksaan siap melakukan pencegahan, memberikan bantuan hukum, dan apabila ditemukan dugaan tindak pidana, tentu penindakan akan dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum,” kata Alfa.

 

Menurutnya, upaya tersebut akan dilakukan secara terpadu melalui fungsi Intelijen, Perdata dan Tata Usaha Negara, serta Tindak Pidana Khusus.

 

Seksi Intelijen akan berperan dalam mengumpulkan informasi, melakukan pemetaan potensi ancaman dan memberikan early warning. Informasi tersebut selanjutnya dapat menjadi data pendukung bagi bidang Datun maupun bidang lainnya dalam menentukan langkah sesuai kewenangan.

Baca Juga :  Kontrak PT TCN di Era Pertama Najmul Akhyar Disorot || KASTA Pertanyakan Proses Pengadaan 2017

 

“Bidang Datun dan Intelijen sudah melakukan koordinasi. Data supporting dari Intelijen akan terus kita berikan untuk mendukung langkah-langkah pencegahan maupun pengamanan aset,” ujarnya.

 

Pidsus Juga Tangani Informasi Terkait Aset

 

Alfa menegaskan, pengamanan aset tidak hanya menjadi tanggung jawab bidang Datun dan Intelijen. Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) juga memiliki peran penting ketika terdapat informasi atau laporan yang mengarah pada dugaan tindak pidana terkait aset.

 

Ia mengungkapkan, saat ini terdapat informasi atau laporan mengenai aset yang telah masuk dan sedang ditelaah oleh Seksi Tindak Pidana Khusus.

 

“Ya, Seksi Tindak Pidana Khusus juga masuk dalam penanganan seluruh persoalan ini. Kalau tidak salah, ada satu laporan terkait aset yang sudah ditangani oleh Seksi Tindak Pidana Khusus dan saat ini sedang dilakukan telaah terhadap laporannya,” kata Alfa.

 

Ia menegaskan, pihaknya akan terus memberikan dukungan informasi apabila ditemukan data yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran hukum terhadap aset.

 

“Informasi lainnya tentu akan kami support. Kalau dari hasil informasi dan telaah kemudian ditemukan adanya dugaan tindak pidana, tentu akan diproses sesuai mekanisme dan kewenangan yang ada,” ujarnya.

 

Dengan demikian, pola pengamanan aset akan dilakukan secara menyeluruh. Intelijen berperan dalam deteksi dini dan pengumpulan informasi, Datun memberikan bantuan maupun perlindungan hukum, sedangkan Pidsus melakukan penanganan apabila terdapat indikasi tindak pidana.

 

Segera Siapkan Call Center Aset

Sebagai bagian dari penguatan pencegahan, Kejari Lombok Tengah juga tengah menyiapkan call center atau pusat pengaduan terkait aset.

 

Saluran tersebut nantinya diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat maupun pihak terkait untuk menyampaikan informasi mengenai aset yang bermasalah, berpotensi disalahgunakan, dikuasai pihak yang tidak berhak, atau menghadapi persoalan hukum.

 

“Dalam waktu dekat kita akan menyiapkan call center terkait aset. Ini merupakan bagian dari upaya membuka ruang informasi dan memperkuat deteksi dini. Informasi dari masyarakat tentu akan menjadi bagian penting dalam melakukan pemetaan,” jelas Alfa.

Baca Juga :  Pendemo Dituding Minta Rp20 Juta || Konsultan Hukum PDAM Kami Punya Bukti Chat WhatsApp

 

Kejari Lombok Tengah juga akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa dan instansi terkait lainnya untuk membangun langkah bersama dalam pengamanan aset.

 

Selaras dengan Upaya Pencegahan Korupsi

Alfa mengatakan, perhatian terhadap aset juga sejalan dengan penguatan agenda pencegahan korupsi. Tata kelola aset yang baik menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan pemerintahan yang transparan, akuntabel dan bebas dari penyalahgunaan.

 

“Ini bagian dari upaya pencegahan. Kita tahu pengelolaan aset juga menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam monitoring dan evaluasi pencegahan korupsi. Karena itu, kita ingin memastikan aset tidak hanya tercatat secara administrasi, tetapi juga benar-benar aman secara hukum dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

 

Menurut Alfa, langkah pencegahan harus dilakukan sejak awal, bukan setelah aset hilang atau menjadi objek perkara.

 

“Jangan menunggu aset bermasalah baru kita bergerak. Kita ingin melakukan pemetaan, memberikan pemahaman hukum, melakukan pencegahan, dan memberikan bantuan hukum. Tetapi kalau kemudian ditemukan dugaan tindak pidana, penindakan juga harus dilakukan,” tegasnya.

 

Ia menambahkan, pengamanan aset merupakan bagian dari arahan pimpinan dan akan dilaksanakan secara kolaboratif oleh seluruh bidang di Kejari Lombok Tengah.

 

“Ini bukan pekerjaan satu bidang. Intelijen, Datun, Pidsus dan bidang lainnya akan berjalan sesuai tugas dan kewenangannya. Informasi yang ada akan kita support dan koordinasikan agar pengamanan aset di Lombok Tengah bisa dilakukan secara lebih komprehensif,” pungkas Alfa.

 

Kejari Lombok Tengah memastikan upaya tersebut akan terus dikembangkan, mulai dari pemetaan dan deteksi dini, edukasi hukum, koordinasi, bantuan hukum, pengamanan aset hingga penindakan apabila ditemukan pelanggaran hukum.

 

Pesannya tegas: aset daerah dan aset desa adalah kekayaan yang harus dijaga bersama karena pada akhirnya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat.

Follow WhatsApp Channel canesiamedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Emas Palsu Nasabah Koperasi Syariah Tunas Paice || TSK Bertambah dan Ditahan
Pengambilan Nomor Urut dan Penyampaian Visi-Misi Calon Kades Barejulat Berlangsung Tertib dan Damai
Alfamart dan Kalbe Nutritionals Perkuat Dukungan 1.000 HPK melalui Sahabat Posyandu
Tak Rela Pendidikan Terganggu Fitnah, TGH. Sumar Serahkan Ponpes Abul Barokat ke TGB
Target Pajak Lombok Tengah Naik Rp62,17 Miliar || ALARM-NTB Minta Aset Daerah Dioptimalkan
Kontrak PT TCN di Era Pertama Najmul Akhyar Disorot || KASTA Pertanyakan Proses Pengadaan 2017
DPRD Loteng Gelar Paripurna Perubahan APBD 2026 || Belanja Naik Rp299,77 Miliar
Audiensi dengan DPRD Lobar || KASTA NTB Pertanyakan Kinerja Inspektorat
Berita ini 136 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 21:52 WIB

Kasus Emas Palsu Nasabah Koperasi Syariah Tunas Paice || TSK Bertambah dan Ditahan

Senin, 28 September 2026 - 12:20 WIB

Pengambilan Nomor Urut dan Penyampaian Visi-Misi Calon Kades Barejulat Berlangsung Tertib dan Damai

Jumat, 25 September 2026 - 05:20 WIB

Alfamart dan Kalbe Nutritionals Perkuat Dukungan 1.000 HPK melalui Sahabat Posyandu

Jumat, 25 September 2026 - 05:14 WIB

Tak Rela Pendidikan Terganggu Fitnah, TGH. Sumar Serahkan Ponpes Abul Barokat ke TGB

Minggu, 20 September 2026 - 12:33 WIB

Target Pajak Lombok Tengah Naik Rp62,17 Miliar || ALARM-NTB Minta Aset Daerah Dioptimalkan

Berita Terbaru